Tanah Merah, Tanah Untuk Rakyat

Bambang Widodo
Mar 07, 2023

itu mengatakan bahwa kebakaran Depo Plumpang bukan sekedar soal teknis. Pernyataan Syamsir ini dipersepsikan adanya masalah keamanan atau sabotase. Chappy Hakim, mantan Kepala Staf TNI AU dalam "Depo Plumpang, Apa yang Sebenarnya Terjadi", ikut menganalisa seputar dugaan kebakaran tersebut, teknis atau sabotase. Meski pemerintah/kepolisian pada akhirnya mengatakan bahwa penyebabnya urusan teknis, yakni adanya gesekan elektrostatik, pertanyaan tetap muncul di masyarakat.

Kenapa pertanyaan tetap muncul? Gesekan elektrostatik tentu menimbulkan percikan, namun tidak membakar apapun jika tidak ada bensin yang keluar dari tanki atau pipa bocor. Depo, pipa dan valve (katup) itu ada di zona 0 alias "very high security". Hanya orang/petugas khusus Pertamina yang boleh ada di sana. SOP (standar operasi dan prosedur) di pertamina tentu sangat tinggi untuk menanggulangi adanya lonjakan kapasitas tekanan saat pengisian BBM, atau adanya sumbatan di valve atau jika katup pecah adanya tumpahan BBM. Berpikir sebab teknis hanya mungkin jika potensi percikan api sekaligus berpadu dengan potensi BBM bocor. Ini isu yang harus dievaluasi secara dalam oleh pertamina pada konteks HSE (Health, Safety and Environment).

Jika penyebabnya adalah sabotase, apalagi menjelang pemilu, maka Indonesia berada pada kerawanan besar. Begitu juga seandainya sabotase dimaksudkan untuk alasan penggusuran rakyat dari tanah premium, Tanah Merah. Sering sekali penggusuran tanah rakyat dikaitkan dengan kebakaran. Ini juga ancaman bagi hak-hak rakyat memiliki negerinya sendiri.

Melihat dari keterlibatan elit nasional, dari Direksi pertamina, Gubernur, Menteri-menteri dan Presiden dalam kasus kebakaran Depo Plumpang saat ini, kita berkesimpulan bahwa ini adalah kasus nasional besar, super besar. Perdebatan dan saling serang juga sangat besar,


1 2 3 4 5

Related Post

Post a Comment

Comments 0