Potret Layanan Transportasi Laut, dari Pelabuhan hingga Tol Laut

Widihastuti Ayu
Sep 12, 2024

Program Tol Laut yang dimulai pada tahun 2015 sebanyak tiga trayek kini telah berkembang pesat hingga dapat melayani 37 trayek. Foto: PELNI

KOSADATA Kementerian Perhubungan mengklaim layanan transportasi laut di tanah air telah menghasilkan banyak kemajuan yang signifikan dalam satu dasawarsa terakhir. Salah satunya yakni capaian pengembangan 193 infrastruktur laut oleh Kementerian Perhubungan RI yang menunjukkan telah terlaksananya pemerataan layanan transportasi laut di Indonesia.

 

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Subagiyo saat Focus Group Discussion (FGD) bertema Kaleidoskop Capaian Sektor Transportasi Laut 2015 – 2024 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

 

“Pembangunan infrastruktur layanan transportasi laut ini tak lain adalah untuk mendukung pariwisata serta perdagangan dan industry,” ujar Subagiyo seperti dilansir laman resmi ITS, Kamis (12/9/2024).

 

Hingga kini, ungkapnya, ada beberapa pelabuhan yang mendapatkan rehabilitasi dalam rangka mendukung pariwisata di antaranya adalah Pelabuhan Sanur, Wae Kelambu, Likupang, Gili Terawangan, dan masih banyak lagi. Sedangkan dalam misi perluasan perdagangan dan industri, beberapa pelabuhan yang dikembangkan adalah Pelabuhan Patimban, Pantoloan, Maloy, dan Pelabuhan Tanah Paser untuk mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Tak berhenti di situ, Program Tol Laut yang dimulai pada tahun 2015 sebanyak tiga trayek kini telah berkembang pesat hingga dapat melayani 37 trayek dengan 604 target voyage atau perjalanan laut. Program lainnya yakni Perintis Laut juga menunjukkan capaian konektivitas yang baik, yakni alokasi sebanyak 38 dan 50 persen pada wilayah Indonesia Tengah dan Timur dari total 107 trayek yang ada.

 

“Capaian progresif ini menunjukkan pemerataan layanan transportasi laut


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0